KYC dan AML bukan kebijakan yang dipilih sendiri oleh sebuah platform pembayaran; keduanya kewajiban hukum di hampir semua yurisdiksi tempat lembaga keuangan beroperasi. Regulator mewajibkan setiap penyedia layanan pembayaran tahu siapa penggunanya, supaya dana yang lewat sistem mereka bisa dilacak sampai ke orang atau badan usaha yang sebenarnya.
Dokumen yang biasa diminta untuk perorangan adalah identitas resmi berfoto, seperti paspor, KTP, atau SIM, kadang ditambah swafoto untuk mencocokkan wajah dengan dokumen, dan sesekali bukti alamat seperti tagihan atau rekening koran. Untuk badan usaha, biasanya ditambah dokumen pendirian perusahaan dan data pemilik manfaat, yaitu orang yang sebenarnya mengendalikan perusahaan itu.
Verifikasi ini pada dasarnya dilakukan sekali, saat Anda mendaftar. Setelah lolos, platform biasanya hanya meminta pembaruan sesekali, misalnya saat dokumen identitas Anda kedaluwarsa atau saat regulasi mengharuskan pengecekan ulang berkala, bukan setiap kali Anda mengirim invoice atau menerima pembayaran.
Prosesnya sekali di depan: Anda mendaftar di PANORAMA payments, mengunggah dokumen identitas, dan setelah diverifikasi, invoice-invoice berikutnya diterbitkan tanpa Anda mengulang proses ini dari awal. Pengecekan ulang sesekali tetap bisa terjadi, biasanya karena dokumen identitas Anda kedaluwarsa, bukan karena ada yang salah dengan pekerjaan Anda. Untuk gambaran alur lengkap dari pendaftaran sampai dana masuk, lihat halaman cara Anda menerima pembayaran.
Apa beda KYC dan AML?
KYC adalah proses memverifikasi siapa Anda, biasanya lewat dokumen identitas. AML adalah aturan yang mewajibkan verifikasi itu ada, sebagai bagian dari upaya mencegah pencucian uang lewat sistem keuangan.
Dokumen apa saja yang biasanya diminta saat KYC?
Untuk perorangan, biasanya identitas resmi berfoto seperti paspor atau KTP, kadang ditambah swafoto dan bukti alamat. Untuk badan usaha, ditambah dokumen pendirian dan data pemilik manfaat perusahaan.
Apakah KYC harus diulang setiap kali saya mengirim invoice?
Tidak. Verifikasi dilakukan sekali di awal pendaftaran. Pembaruan hanya diminta sesekali, misalnya kalau dokumen identitas Anda kedaluwarsa atau aturan mengharuskan pengecekan ulang berkala.
Kenapa layanan pembayaran mewajibkan KYC?
Karena regulator di hampir semua negara mewajibkannya bagi lembaga yang menangani pembayaran, sebagai cara melacak dana sampai ke orang atau badan usaha yang sebenarnya dan mencegah penyalahgunaan sistem keuangan.